Transportasi Hemat, Tapi Ramah Lingkungan

Postingan ini dibuat untuk berpartisipasi dalam Kompetisi Blog KumKum yang diselenggarakan oleh dagdigdug.com yang bekerjasama dengan Komunitas GreenLifestyle.

Ini tentang transportasi hemat tapi ramah lingkungan. Cekidot guys,.. Photobucket

Yah, dewasa ini perkembangan sarana transpotasi mengalami perkembangan yang cukup pesat. Jumlah kendaraan bermotor membludak hampir disetiap kota besar. Sisi positifnya, penjualan produk dari produsen meningkat dan keuntungan melimpah ruah akan didapatkan. Namun, dibalik keuntungan itu, lumayan banyak dampak negatif yang ditimbulkan dari semankin meningkatnya jumlah kendaraan bermotor. Dampak negatif itu seperti padatnya jalan sehingga menimbulkan kemacetan pada jam-jam tertentu yang berimbas kita harus berangakat lebih awal dari jadwal sudah ada Photobucket, tingkat polusi karena asap kendaraan bermotor meningkat, lapisan ozon yang menipis, kandungan CO2 yang ada dalam udara bertambah yang berakibat pada semakin pendeknya usia pohon, jumlah energi yang bersumber dari bahan bakar fosil akan semakin berkurang karena dikuras besar-besaran untuk bahan bakar kendaraan, dan dana pengeluaran membengkak untuk beli bensin dan servis kendaraan. Photobucket Photobucket

Earth Hour


Earth Hour adalah salah satu kampanye WWF, organisasi konservasi terbesar di dunia, berupa inisiatif global yang mengajak individu, praktisi bisnis, pemerintah, dan sektor publik lainnya di seluruh dunia untuk turut serta mematikan lampu (hanya) dalam 1 jam, pada hari Sabtu, 27 Maret 2010 pukul 20.30 – 21.30 (waktu setempat).
Earth Hour berawal dari kampanye kolaborasi antara WWF - Australia, Fairfax Media, dan Leo Burnett untuk kota Sydney, Australia, dengan tujuan mengurangi gas rumah kaca di kota tersebut sebanyak 5% pada tahun 2007. Keberhasilan kampanye ini diharapkan agar dapat diadopsi oleh masyarakat, komunitas, bisnis, serta pemerintah lain di seluruh dunia sehingga seluruh warga dunia dapat membantu menunjukkan bahwa sebuah aksi individu yang mudah sekalipun bila dilakukan secara massal akan membuat kehidupan kita di Bumi menjadi lebih baik.  (ngutip secara membabi buta dari sini :D)

Blogosphere, I am Back !!



Yeahh, setelah berjuta tahun aku menghilang dari dunia blogging akhirnya aku memutuskan untuk kembali lagi menulis, memenuhi kolom-kolom yang ada dalam blog ini, dan tentunya tetep pengen share pengalaman yang lebih berbobot.

h i a t u s




Aku, aku, aku ..
Aku memutuskan untuk berhenti sejenak dari dunia blogging ..
Sampai kapan ? Aku nggak tau ..



Museum Batik Yogyakarta

Museum Batik Yogyakarta terletak di Jl. Dr. Sutomo No. 13-A Yogyakarta. Museum ini didirikan pada 12 Mei 1977 oleh keluarga Hadi Nugroho. Saat ini museum ini dikelola oleh generasi ketiga keluarga Hadi Nugroho yaitu Ibu Dewi Nugroho. Dan berhubung usia Ibu Dewi sudah 79 tahun, dalam waktu ini rencananya museum ini akan dipindahtangankan kepada anak Ibu Dewi. Pada awalnya saya mengira museum ini milik pemerintah, ternyata museum ini adalah milik pribadi. Dari sini bisa saya lihat, begitu besar perhatian keluarga Ibu Dewi terhadap kelestarian batik Indonesia.

Masih adanya perhatian yang besar dari masyarakat termasuk wisatawan asing pada batik lah yang mendorong keluarga ini merintis pengumpulan kain batik. Dimulai dari kerabatnya sendiri, orang tua, eyang dan generasi Hadi Nugroho sendiri, hingga upaya merintis sebuah museum batik terlaksana. Apa saja yang ada dalam museum ini? Cekidot. Saya akan menuliskannya untuk kalian :)